Rabu, 03 Desember 2014

0
HUJAN NOVEMBER

Kecintaanmu terhadap hujan, sungguh tak diragukan.
Sorot matamu mengisahkan hujan.
Dalam terikmu ada hujan.
Apalagi ketika kau bercerita tentang hujan,
sungguh tak ada yang bisa sedetil dan semenarik ketika kau yang menceritakannya.

Aku masih sangat ingat
Ketika kau bercerita tentang hujan
Kau eja dari mendung yang gelap,
Petir yang mulai menyambar,
Rintik gerimis,
Bau tanah yang basah karenanya,
Ketika hujan mulai deras,
Bahkan sampai indah warna pelangi ketika hujan mulai berhenti

Hujan itu kehidupan bagimu.
Jangankan ketika hujan membujuk dan merayumu
untuk segera keluar menyambutnya,
padahal kau tengah berada dalam rumah,
tengah asik bersembunyi dalam teduhnya,
dengan ketukan-ketukan lembut ketika hujan menyentuh genteng rumahmu,
atau ketika gemercik airnya dengan deras menghantam tanah yang mulai basah dipekarangan samping rumah,
sedang tanpa bujuk rayu pun,
hujan selalu ada dan kau hadirkan kapanpun kau mau.

Bahkan suatu ketika,
disangat dulu sekali, pernah aku melihatmu,
menari riang gembira ditengah hujan
kau biarkan payung yang ada ditangan kananmu tetap menguncup
agar hujan dengan leluasa memelukmu
Dan ketika aku tanya "kenapa tak kau kembangkan payung ditanganmu itu?"
kau jawab dengan cengiran,
kemudian berucap "biasa, lagi kumat"
sambil berlalu, berjingkrak, menari, tanpa kau pedulikan sedikitpun keherananku.

November,
seperti dinovember-november yang lalu
seharusnya kau lebih sering berjumpa kekasihmu itu
: Hujan.

Tapi di November ini,
hujan sepertinya masih nampak ragu dan inggrang-inggring untuk menemusuaimu.
Kadang, terlihat ia dari kejauhan,
melambai, seperti hendak menujumu.
Tapi tiba-tiba menghilang ketika kau bersiap menyambutnya.
Bahkan sampai hampir habis sudah deret angka di november ini.

Hujan November, yang selalu kau rindu.
Meski ia tak segera datang melunaskan rindumu itu,
tak jadi soal,
sebab bagimu, bukan untuk itu tujuan rindumu...

Tegal, November 2014

0
Rindu "itu saja"

Rindu
bukan sebuah belenggu
Atau benalu
yang mengganggu

Rindu
Bukan pula tentang kegelisahan
kesedihan
juga kepedihan

Rindu itu keindahan
Kerna Tuhan masih menganugerahi rasa
dalam ingatan

Hari ini
Tak ada ragu
Aku kenang dalam rindu

Di entah mana kau
Sehat dan berbahagialah...


Indramayu 10/11/14 19.08
Senin, 21 Juli 2014

0
Aku Ingin Menyanyikannya Lagi

Tiba-tiba teringat
lagu yg dulu sering diputar bapak
disela-sela waktu usai pulang kerja

Berpuluh-puluh tahun silam Mashabi telah melantunkannya
Ia telah mengabarkan tentang cinta,
dengan penuh cinta:

Rasa cinta pasti ada
pada makhluk yang bernyawa
Sejak lama sampai kini
tetap suci dan abadi
Takkan hilang selamanya
sampai datang akhir masa
Takkan hilang selamanya
sampai datang akhir masa
Renungkanlah...

Sekarang agaknya mereka telah lupa tentang cinta
Atas nama cinta
dengan seenaknya mereka mencaci, memaki
Atas nama kepedulian terhadap negeri
mereka bahkan dengan keji memakan bangkai kawan sendiri
Mereka korbankan cinta yg tidak dibangun sehari, duahari

Agama terjual
Nurani tergadaikan
Terus saja mereka membual
dan dengan bangga mereka kobarkan kebencian

:Perasaan insan sama
ingin cinta dan dicinta
Bukan ciptaan manusia
tapi takdir Yang Kuasa
Janganlah engkau pungkiri
segala yang Tuhan beri

Sungguh, aku ingin menyanyikannya lagi
Aku ingin melangitkannya lagi
Bersama kawan ataupun lawan
yg dengan keikhlasan dan besar hati
tanpa kepentingan pribadi
tanpa benci
agar cinta diantara kita kembali bersemi

Beringin, 16/07/14
Senin, 23 Juni 2014

0
Sajak Muntahan #2

Sungguh telah ku ubah rindu yg seringkali menyisakan luka
Rindu yg seringkali beriringan dengan hadirnya duka
Menjadi sebuah rindu yg mengisyaratkan senyum bahagia

Tak perlu kau ragu dengan langkahmu
pun tak perlu kau curigai aku
kalau-kalau aku hendak menjegal langkahmu itu

Karena telah ku cukupkan bagiku
Mengubah luka dalam rinduku
Menjadi senyum bahagia untukku
dan mungkin untukmu


09/06/14
Rabu, 19 Maret 2014

2
Sajak Muntahan #1

Melihat kembali sekelompok anak kecil
Dengan sarung dan kemeja yg nampak kusut
Tanpa alas kaki
dan dengan peci yg agaknya berusia lebih tua dr usianya sendiri
Lusuh, dan terlihat ada karat dihampir semua bagiannya yg seharusnya berwarna hitam

Ah... mereka memaksaku kembali kemasa itu
Saat dimana aku seperti mereka
Berjalan ditengah keramaian pasar
Sesekali berhenti ditoko kitab
dan dengan gayanya yg sok baca-baca buku yg terhampar
Tanpa ada sedikitpun niat untuk membeli
setelah itu berlalu begitu saja tanpa sedikitpun merasa berdosa

Atau mungkin dengan sengaja nongkrong dipinggir jalan
Menghitung lalu lalang kendaraan yg melintas
Menikmati kepulan asap yg keluar dari mulutnya
Sembari dengan matanya yg selalu awas
Melirik kekanan dan kekiri
Siapa tau ada pengurus yg melihatnya sedang melakukan larangan

Ah... benar benar nostalgia yg gila
Ditanah gersang dipinggiran sebuah kota

Kaliwungu, 18/03/14
Jumat, 31 Januari 2014

0
Tentang Sebuah Nama #10

Akan aku lakukan sebisaku
Sebisa yang aku mampu
Semampu yang aku bisa

Untukku
Untukmu
Untuk pemilik nama itu

24/01/14
Senin, 20 Januari 2014

0
Tentang Sebuah Nama #9

Keindahan kau berikan dalam bentuk senyuman
Pada malam kau ubah menjadi terasa semakin nyaman
Ketika pagi kau hadirkan semangat harap tersendiri

Aku tau
Mungkin senyummu tak seteduh pagi
Tapi karena senyum itu
Hari-hari ku kini lebih berwarna lagi

Hanya karena senyum itu
Sekarang aku jauh lebih mengerti
Tentang asa
dan tentang cinta


Semarang, 21/01/14

0
Tentang Sebuah Nama #8

Untuk kesekian kalinya
Aku menuliskannya
Tentang sebuah nama
Sepenggal asa
dan tentang sebuah rasa

Seperti malam
yang akan terasa nyaman ketika semakin kelam
atau pagi yg datang mengganti
meski tanpa senyum cerah mentari
atau bisa saja senja
yg siap menyapa dengan pesona jingganya

Tentangmu
Akan selalu ada
Tersenyumlah
dan rasakan keindahanNya..

Semarang, 20/01/14

2
Tentang Sebuah Nama #7

Karena kau telah mengajari aku tentang ketulusan
Karena kau telah mengajari aku tentang kesabaran
Karena kau telah mengajari aku banyak hal

Aku masih belajar dari apa yang telah kau ajarkan
Aku masih mengejanya secara perlahan
Alfa, beta. Alif, ba, ta, tsa
Hingga pada waktunya aku mampu membacanya

Teruslah menjadi pembawa pesan menuju kebaikanku
Teruslah menjadi perantara bahagiaku
Teruslah, dan tanpa lelah
Untukku dan untukmu
Semarang, 17/01/14

0
Tentang Sebuah Nama #6

Ceritakan pada malam
Teriakkan pada alam
tentang rasa yg semakin dalam
tentang rindu yg semakin menggebu

Bukan untuk berbasa-basi
Apalagi sekedar isapan jari
Bukan sebuah canda
Bukan pula hanya sekedar mengadakan yg tak ada

Ini jalanku
Ini yg Tuhan tunjukkan agar aku melangakahkan kakiku
Untukmu
dan selalu tertuju untukmu


Semarang, 16/01/14
 
Waro Muhammad | © 2010 by DheTemplate.com | Supported by Promotions And Coupons Shopping & WordPress Theme 2 Blog | Tested by Blogger Templates | Best Credit Cards