AYUN AYUN BADAN

Gambar: Google
Ayun ayun badan
Badan siji dadi susahing ati
Wong ing dunya sugih dosa
Mulih akhirat dipun siksa

Allah kula nyuwun pangapura
Saking kathahe dosa kawula
Sinten ingkang badhe ngapura
yen mboten Pangeran kawula
Allah Agung

Pengeling-eling:
Aja eling wong nang akhirat
Elingana mumpung nang alam dunya
Gawe dalaning suwarga
Babadana! Rancasana!

Aja dibabad mukti sugih
Babadana muji kelawan dzikir
"Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulallah"

::
Badan memang acap memaksa kita--atas nama gengsi, atas kebahagiaan--memanjakannya, menimang-nimang sedemikian rupa. Bahkan tidak jarang menenggelamkan kita dalam kotor kubangan dosa. Dan kita lupa semua akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya.
Jangan, jangan sampai baru ingat kelak diakhirat, tapi ingatlah mumpung masih di dunia.

Bersihkan dirimu, bersihkan hatimu. Babadana! Rancasana! Bersihkan dari kotoran-kotoran nafsu serakahmu. Kekayaan tidak akan mengantarkanmu pada ridhoNya, ketika kau tidak tepat dalam mendapatkan dan membelanjakannya.

Maka, ingatlah kepada Tuhanmu, ikrarkanlah bahwa Ia satu-satunya Tuhan yang patut kau sembah. Terserah bagaimana dan hendak lewat jalan mana kau menuju Tuhanmu. Tak usah saling menyalahkan, tak usah saling merasa paling benar. Sebab toh di dunia ini kebenaran hanya kesepakatan yang kita buat sendiri, kesepakatan dari satu sumber yang tak akan pernah selesai ditafsirkan.

Embuh sejak kapan dan siapa yang pertama kali melantunkan syi'ir ini. Syi'iran, yang di tempatku, yang hanya terdengar saling bersaut dari masjid atau mushola ketika Ramadan tiba.

Apakah di tempat kalian juga ada?

________________________________________
Negeri Entah Berantah, 10 hari terakhir Ramadhan 1436

Silakan masukkan email untuk menerima update:

0 Response to "AYUN AYUN BADAN"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar anda. Karena komentar anda sangat berharga. Komentar akan dimoderasi sebagai filter terhadap komentar-komentar yang tidak sesuai. Salam gembladag!