Metodologi Penelitian

Click here to download file

Unsur Laporan Penelitian 1.    pendahuluan
2.    teori
3.    data
4.    analisis
5.    kesimpulan
tetapi unsur tersebut tidak otomatis kemudian menjadi struktur bab, yang kemudian menjadi di bawah ini.
Bab I pendahuluan
Bab II teori
Bab III data
Bab IV analisis
Bab VI kesimpulan
Bab I pendahuluan
Bab II teori
Bab III data dan analisis (persoalan 1)
Bab IV data dan analisis (persoalan 2)
Bab V data dan analisis (persoalan 3)
Bab VI kesimpulan
Di kualitatif : data dan analisis itu menyatu, sedangkan di kuantitatif : terpisah
Pengantar penelitian kualitatif

-    penelitian merupakan terjemahan dari research (re: kembali, dan search: mencari), yang berarti mencari kembali.

-    Why mencari kembali:
1.    mungkin sudah out of date,
2.    tidak berlaku pada fenomena sosial yang lainnya
3.    mungkin salah karena kelemahan dalam teori yang digunakan atau prosedurnya
4.    untuk menemukan hal baru yang tidak bisa dipahami dengan teori lama
5.    dll
    
-    Ada beberapa cara penemuan kebenaran non-ilmiah
1.    secara kebetulan
2.    secara common sense (akal sehat)
3.    melalui wahyu
4.    melalui intuitif
5.    secara trial and error
6.    karena kewibawaan
7.    spekulasi  (Nazir, 1988: 


-    dunia pengetahuan juga berbanding lurus dengan penelitian. Semakin berkaulitas penelitian, maka semakin berkembang ilmu pengetahuan


-    sikap seorang peneliti:
1.    suka dengan ilmu pengetahuan
2.    terbuka terhadap beragam pengetahuan
3.    teliti
4.    menggunakan prosedur yang benar dan bisa dichek oleh orang lain
5.    punya asumsi bahwa fenomena itu terjadi bukan karena kebetulan tetapi ada sebabnya
6.    menyukai tantangan untuk mendapatkan data yang asli (primer)
7.    memiliki rasa ingin tahu (intellectual curiosity)
8.    bertradisi akademik (khususnya reading dan writing habits)

Isi Proposal penelitianProposal : rancangan penelitian untuk skripsi
Judul
A.    latar belakang masalah ----- keunikan dari fenomena (persoalan) yang diteliti, menjelaskan persoalan, dan menjawab mengapa peneliti tertarik untuk menelitinya. Yang unik : - ekstrim, persoalan yang grey area (abu-abu, belum jelas jenis persoalannya).  Cerita fakta, bukan opini atau dasar hukum.
B.    rumusan masalah  ----- ambil sebagian dari aspek / focus yang diteliti. Apa masalah yang akan dicari jawabannya.
C.    tujuan penelitian ----- apa tujuan melakukan penelitian apakah mendiskripsikan, membuat kategori, menganalisis atau yang lainnya. Jangan membuat tujuan penelitian untuk mengetahui.
D.    manfaat penelitian ----- manfat praktis dan teoritis (akademik/keilmuan)
E.    kajian pustaka --- pustaka yang bersifat kajian yang mengkaji persoalan yang hampir sama, temuannya apa dan metodologinya bagaimana, apa kekurangannya sehingga peneliti memiliki kesempatan untuk meneliti fenomena yang sama
F.    kerangka teori ---- teori apa yang digunakan untuk membaca fenomena
G.    Metode penelitian --- dijelaskan cara menelitinya bagaimana secara rinci yang meliputi : jenis penelitian, sumber data dari mana, teknik pengumpulan data seperti apa, analisisnya seperti apa,
H.    Sistematika penulisan
Studi dokumen : membaca written texts  secara kritis (temuannya, logika apa, kekurangannya apa). Mengambil benang merah dari beberapa teks (jangan satu teks).
Makna gempa di kalangan kyai
1.    kyai a  -- azab
2.    kyai b -- musibah
3.    kyai c -- ujian
semua dobol karena pendapat itu hanya lah politic wacana

Kesalahan dalam judul 1.    Terlalu panjang sehingga sulit dipahami arahnya ke mana. Judul tidak ada titik dan komanya
2.    Terlalu pendek dan global sehingga tidak mudah diketahui fokusnya, seperti judul makalah
3.    Tidak mudah dipahami sebenarnya apa yang ditulis, hal ini karena judul itu seakan hanya untuk diri sendiri
4.    Rumusan judul bertabrakan dengan apa yang dimaksud, maunya kualitatif tetapi judulnya kuantitatif.
5.    Judul bermakna ganda. Hal ini biasanya terjadi jika ada induk judul dan anak judul
6.    Judul tidak menggambarkan apa-apa, ini berarti judul itu masih kosong apa sebenarnya tesis statemen yang diangkat.
7.    Terlalu detil sehingga tidak menarik, hal yang kecil juga ditulis

Kesalahan dalam membuat kerangka teori1.    Tidak ada teori yang digunakan untuk melihat fenomena/teks. Sehingga tidak jelas perspektifnya dan arahnya ke mana
2.    Teori itu dicampur dengan latar belakang atau kajian pustaka, padahal keduanya sangat berbeda, tidak bisa dicampur aduk.
3.    Teori diidentikan dengan definisi, ini sangat jauh dari harapan. Teori berbeda dengan definisi operasional ataupun ruang lingkup
4.    Hanya menjejer teori, padahal teori itu ada petanya yang disebut dengan “peta teori”. Teori fungsional tidak bisa dicampur dengan teori kritis” keculai ‘diadu’ lebih dahulu.
5.    Teori terlalu dikagumi, sehingga seakan teori itu harus diikuti. Padahal teori itu, kalau dalam penelitian kualitatif, dikagumi kemudian baru dihajar (dikritisi) jika tidak bisa digunakan.
6.    Teori tidak didialogkan dengan teori yang lain, seakan teori itu pasti benar, tidak ada koreksi. Padahal semua orang tahu bahwa teori juga buatan manusia yang berlaku pada ruang dan waktu

RESEARCH QUESTION (Pertanyaan Penelitian)Beberapa ketentuan tentang masalah penelitian
1.    Masalah penelitian harusnya yang paling awal yang dilakukan oleh seorang peneliti, bukan judulnya.
2.    Sering orang tidak mempunyai masalah penelitian padahal sudah akan membuat proposal.

Sumber masalah penelitian1.    Teks tertulis yang terdiri dari :
a.    koran, hampir setiap hari ada tulisan yang menarik untuk diteliti, terutama artikel karena di tempat ini selalu ada pendapat, data dan opini orang lain
b.    jurnal khusunya yang memuat hasil penelitian
c.    laporan hasil penelitian sehingga bisa diketahui kajian orang lain tentang persoalan yang sama
d.    buku hasil penelitian
2.    social texts yaitu semua fenomena yang muncul di tengah masyarakat. Masyarakat yang sedang berubah merupakan laboratorium yang menarik untuk diamati. Oleh karena itu, seorang peneliti harus sering “kluyuran” pergi dan keluar dari habitatnya untuk melihat dunia yang ada di sekitarnya

Kesalahan dalam mencari masalah 1.    Minta masalah penelitian atau judul dari orang lain, padahal belum tentu hal tersebut sesuai dengan minat dan kemampuan peneliti. Hal ini berbeda dengan meminta masukan, atau berdiskusi dengan orang lain
2.    Menunggu wangsit dari langit. Peneliti hanya menunggu kalau ada “ilham” yang lewat sehingga hanya berdo’a tetapi tidak mau berusaha.
3.    Menjiplak karnya orang lain. Peneliti mengambil tindakan yang sangat tidak terpuji dan tidak menunjukkan sebagai seorang peneliti. Hal ini jelas haram hukumnya bagi seorang peneliti.

Apa yang paling mudah dilakukan peneliti
1.    Sering membaca koran, jurnal penelitian, buku  kemudian dianalisis, dibaca kritis
2.    Sering jalan-jalan ketika melihat ada fenomena baru.
3.    Selalu mencatat persoalan yang dianggapnya layak yang suatu saat bisa dibuka kembali. Mungkin pada saat ini belum tepat diajukan, tetapi pada saat yang lain bisa jadi menjadi inspirasi penelitian yang berguna.
4.    Sering berdiskusi dengan orang yang ahli tentang persoalan yang diteliti (senior, peneliti yang lain dan sebagainya). Seorang peneliti tidak bisa memiliki sikap yang tertutup.
5.    Selalu mengasah untuk memperoleh masalah penelitian di mana saja dan kapan saja (whenever dan wherever).

Ketentuan merumuskan masalah penelitian1.    Menunjukkan pertanyaan yang sulit dijawab, maka harus dilakukan penelitian, tidak bisa dijawab dengan mudah. Kalau tinggal copy paste, maka tidak perlu diteliti.
2.    Logic (sesuai dengan metode yang dipilih, masalah yang diangkat).
3.    Mencerminkan aspek apa yang akan dicari jawabannya, seperti penjabaran dari judul
4.    Masing-masing masalah selanjutnya bisa menunjukkan pembahasanya, kalau bisa menjadi sebuah judul dalam laporan penelitian.
5.    Jelas menunjukkan apa yang sebenarnya akan dicari (tidak terlalu global, tetapi juga tidak terlalu detil)
6.    Dirumuskan dengan kata-kata yang mudah dipahami, “tidak munthel”.
7.    Satu poin menunjukkan satu masalah, bukan ganda.
8.    Untuk mempermudah biasanya dirumuskan dengan pertanyaan

Kesalahan dalam merumuskan masalah penelitian1.    Bukan pertanyaan penelitian yang tajam dan sulit dijawab sehingga memerlukan penelitian. Misalnya, apa kebijakan dari kepala sekolah (kebijakan ini sudah ada, tinggal copy paste sudah beres).
2.    Pertanyaannya sulit dijawab, sehingga ini juga bukan pertanyaan penelitian yang researchable. Misalnya, bagaimana dakwah di era global (tidak jelas mengumpulkan datanya)
3.    Hanya membalik judul. Hal ini juga bukan rumusan pertanyaan penelitian yang baik karena masih terlalu global. Rumusan masalah harus menunjukkan aspek yang diteliti
4.    Tidak mencerminkan data apa yang akan dicari, masih belum jelas menunjukkan aspek apa yang akan dibahas
5.    Tidak sesuai dengan metode yang dipilih. Maunya penelitian kuantitatif, tetapi cara merumuskan masalahnya menggunakan gaya penelitian kualitatif atau sebaliknya.
6.    Tumpang tindih antara rumusan masalah yang satu dengan yang lainnya. Isinya sebenarnya sama, tetapi dibuat dua rumusan masalah yang sebenarnya bisa dibuat satu.

Kesalahan penulisan metode penelitian1.    Tidak sesuai dengan pertanyaan penelitian yang dibahas, tetapi mengikuti keinginan.
2.    Terlalu global, bukan rinci (detil) seperti apa yang diwawancarai, siapa yang diwawancarai, bagaimana memperoleh informan, cara penyebaran angket bagaimana dan sebagai. Hal ini harus detil.
3.    Berisi pemaparan definisi. Metode penelitian itu langkah praktis, bukan teoritik apalagi definitif. Sehingga isinya bukan apa definisi tentang wawancara atau jenis penelitian
4.    Asal comot metode, kurang memahami apa yang dimaksud. Metode penelitian itu harus masuk ke dalam penelitian yang dilakukan, bukan hanya di atas kertas
5.    Logika penelitian berbeda antara yang diinginkan dengan apa yang ditulis. Maunya menulis ‘analisis dengan tajam’, tetapi ditulis dengan ‘analisis isi’.
6.    Sering ada istilah asing, tetapi kurang memahami apa sebenarnya yang dimaksud
7.    Outline sering tidak nyambung dengan masalah yang dibahas. Yang dibahas tidak muncul dalam outline

Kesalahan dalam melakukan observasi 1.    belum memperoleh rapport sudah melakukan obsevasi sehingga dicurigai
2.    bingung apa yang akan diobservasi ,  sehingga tidak fokus
3.    tidak mencatat, sehingga hilang semua
4.    tidak menguasai kerangka penelitian sehingga tidak berkembang
5.    kurang mengembangkan hipotesis (melakukan improvisasi)
6.    adanya opini peneliti sehingga banyak penghakiman, yang penting kumpulkan data, bukan penghakiman.

Kelebihan observasi:
1.    bisa melihat realitas, bukan ditipu
2.    bisa menjelaskan persoalan yang rumit menjadi mudah.

Kesalahan dalam angket 1.    pilihan pengukuran tidak tepat, tidak selamanya bisa diukur dengan interval. Mungkin dengan ordinal atau nominal
2.    bahasa sulit dipahami (terlalu asing, filosofis dsb) sehingga tidak mudah dipahami
3.    dalam penyebaran tidak memegang prinsip teknik random, tetapi asal-asalan (asal bertemu orang diminta untuk mengisi). Acak itu ada tekniknya. Bukan acak-acakan.
4.    angket ditinggal (tidak ditunggui), sehingga responden penelitiannya bergeser karena yang mengisi angket bisa jadi mbahnya, orang tua atau lainnya. Maka sebaiknya pengisian angket itu ditunggui.
5.    tidak variatif sehingga membosankan dan berakibat memudahkan menebak jawaban.
6.    keluar dari variable yang diteliti
7.    bingung tidak tahu apa yang dikerjakan, ini yang parah dan masih susah untuk dilanjutkan
Angket = questionare
Mereka yang mengisi angket disebut respondent. Teknik untuk menentukan respondent disebut dengan teknik random
Orang yang diwawancarai disebut informan. Teknik menentukan informan disebut snowball
Jenis angket dilihat dari keleluasaan responden untuk menjawab:
1.    angket terbuka - respondent memiliki keleluasaan, kebebasan, untuk menjawab. Misalnya “bagaimana pendapat bapak/ibu tentang poligami siri: jawab………………………
2.    angket tertutup---- respondent terikat oleh jawaban yang telah disediakan oleh peneliti. Respondent tinggal pilih jawaban a, b, c atau d
3.    kombinasi antara angket terbuka dan tertutup
Jenis angket dilihat dari informasi yang diinginkan ada:
1.    angket langsung-- menggali informasi langsung pada persoalan yang diteliti
2.    angket tidak langsung --- meminta pendapat tentang informasi yang diteliti.
3.    Kombinasi keduanya
komponen angket :
1.    informasi yang diinginkan (data)
2.    orang yang mengisi informasi (respondent)
3.    orang yang membutuhkan informasi (peneliti)
4.    alat yang digunakan untuk memperoleh informasi (angket), kalau di kualitatif peneliti sendiri.
konstruksi pertanyaan dalam angket
1.    ya – tidak, benar – salah
2.    skala interval (sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju)
3.    pilihan ganda (pilih salah satu jawaban a, b, c atau d)
4.    check list (pilihan jawaban, bisa lebih dari satu jawaban)
5.    kombinasi semua

apa criteria dekan fakultas menurut saudara
1.    memiliki kapasitas intelektual
2.    kaya
3.    ganteng
4.    wibawa
5.    dermawan

populasi itu keseluruhan yang diteliti, yang diambil untuk menjadi respondent disebut sample
populasi itu harus dicatat, atau ambil daftar yang sudah ada.
Jika mhs IAIN itu 5000, akan ambil sample 100?
Teknik pengumpulan data yang popular di dunia penelitian :
1.    Interview (wawancara)-- untuk kualitatif
2.    Observasi (pengamatan)--untuk kualitatif
3.    Angket (questionare) ---populer di kuantitatif
4.    Studi dokumen  --penelitian library research Untuk mengumpulka data

Kesalahan dalam interview

1.    Kurang siap mental
2.    Kurang sopan dalam penampilan
3.    Kurang menguasai pertanyaan (pedoman wawancara)
4.    Kurang bisa melakukan improvisasi
5.    Kurang memahami situasi dan kondisi saat wawancara
6.    Memaksa yang diwawancarai (interviewee) untuk mengeluarkan jawaban
7.    Menghakimi
8.    Mengarahkan jawaban
9.    Terlalu banyak bicara
10 Tidak mencatatat, tidak bisa mencatat dg cepat
11. Tetap melalukan wawancara disaat interviewee masih curiga
12. Terkesan kaku, tidak mengalir
13. menggunakan alat teknologi yang mencurigakan
14. mudah puas dengan wawancara pertama
15. tidak melakukan triangulasi

Fgd (focused group discussion) – interview kepada banyak orang dalam rangka checking data, penambahan data, sekitar 4-6 orang yang mengetahui persoalan yang diteliti.

Sukses tidaknya kegiatan interview ditentukan oleh:
1.    Pewawancara (interviewer)
2.    Yang diwawancarai (interviewee)
3.    Materi wawancara
4.    Situasi dan kondisi pada saat wawancara

Jenis wawancara:
1.    Tidak terstruktur  (informal)
2.    Terstruktur  (formal).
3.    Kombinasi keduanya

Tujuan wawancara:
1.    Menggali informasi
2.    Triangulasi (checking)
3.    Membantu analisis

Prosedur wawancara:
1.    Mencari key informan (orang yang diduga mengetahui persoalan yang diteliti).
2.    Menggunakan teknik snowball (bola salju menggelinding)

Teknik Melakukan wawancara
1.    Siap mental
2.    sopan dalam penampilan
3.    menguasai pedoman wawancara
4.    mampu melakukan improvisasi
5.    memahami situasi dan kondisi saat wawancara
6.    tidak memaksa
7.    tidak menghakimi
8.    tidak mengarahkan jawaban
9.    tidak terlalu banyak bicara
10 mampu mencatat dengan cepat
11. telah mendapatkan rapport dari interviewee
12. mengalir
13. menggunakan alat yang tidak mencurigakan
14. tidak puas dengan wawancara pertama
15. melakukan triangulasi

Kesalahan dalam menulis kajian pustaka (review/resensi)1.    Tidak relevan dengan apa yang dibahas. Membahas tentang pembelajaran, tetapi pustaka yang dibahas tentang kepemimpinan
2.    Tidak mengkritisi apa yang dibacanya, hanya memaparkan bahwa telah ada penelitian sebelumnya.
3.    Ada yang mencampuradukkan antara buku teori dengan buku kajian, padahal yang diperlukan itu pustaka yang bersifat kajian.
4.    Pustaka yang ditampilkan itu perlu dikomentari, tidak hanya dipaparkan apa judulnya dan apa isinya
5.    Tidak dijelaskan mengenai pintu masuk dari peneliti untuk membahas persoalan yang sama
6.    Sering melakukan klaim bahwa belum ada kajian sebelumnya yang membahas persoalan yang sama tanpa membaca sebelumnya

Silakan masukkan email untuk menerima update:

7 Responses to "Metodologi Penelitian"

  1. Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

    ReplyDelete
  2. waaah gan kalau saya baca artikel agan di atas itu saya jadi inget waktu saya masih SMA..

    disuruh membuat karya tulis ilmiah.. ruweeet.. coba aga tulis artikelnya setahun yang lalu pasti hasilnya jadi lebih bagus lagi.. heheheheh thanks buat artikelnya gan..

    saya tunggu nih kunjungan baliknya ke blog saya.. salam sesama blogger ya gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmm... mskipun telat buat agan, mudah2an bisa bantu yg lainnya. hehe

      Delete
  3. weiiih... keren abis mas... izin copas untuk ke file sy ...

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar anda. Karena komentar anda sangat berharga. Komentar akan dimoderasi sebagai filter terhadap komentar-komentar yang tidak sesuai. Salam gembladag!